Sejarah

Kabupaten Serang secara historis sebelum masa Kemerdekaan RI pada awalnya merupakan wilayah kesultanan Banten. Adapun pasca Kemerdekaan RI, Kabupaten Serang berada dalam lingkup wilayah Propinsi Jawa Barat. Setelah terbentuknya Propinsi Banten yang merupakan pemekaran dari Propinsi Jawa Barat pada tahun 2000, Kabupaten Serang menjadi salah satu daerah otonomnya dan berstatus sebagai Ibu Kota Propinsi Banten.

Namum sejalan dengan waktu, Kabupaten Serang selanjutnya dimekarkan menjadi dua wilayah otonom, yakni Kabupaten Serang dan Kota Serang berdasar UU No. 32 Tahun 2007. Dengan dimekarkannya Kabupaten Serang maka secara otomatis luas wilayah administratifnyapun berkurang menjadi sebesar 1.467.35 Km.

Kabupaten Serang terletak diujung barat bagian utara pulau jawa, dan merupakan pintu gerbang utama yang menghubungkan pulau Sumatera dengan Pulau Jawa, berjarak kurang lebih 70 Km dari Ibu Kota Jakarta . Kabupaten Serang merupakan salah satu dari 4 Kabupaten dan 4 kota diwilayah Propinsi Banten, yaitu Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang,Kabupaten Tangerang, Kota Serang, Kota Cilegon,Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Saat ini (sejak 28 Juli 2010) Kabupaten Serang di Pimpin oleh Bupati Drs.H.A. Taufik Nuriman MM, MBA  dan Wakil Bupati Hj. Rt. Tatu Chasanah, SE,M.Ak

Secara Geografis wilayah Serang terletak pada koordinat 50 “ 50 ‘ – 60 “ 21’ Lintang Selatan dan 105 “ 0’ – 106” 22’ Bujur Timur, jarak terpanjang dari barat ke timur sekitar 90 Km, dengan luas wilayah 1.467,35 Km2. Secara administratif Kabupaten Serang terdiri atas 29 Kecamatan dan 326 Desa.

Kedudukan batas administratif wilayah Kabupaten Serang adalah sebagai berikut :

Utara : berbatasan dengan Laut Jawa. 

Selatan : berbatasan dengan Kabupaten Lebak dan Pandeglang.

Barat : berbatasan dengan Kota Cilegon dan Selat Sunda.

Timur : berbatasan dengan Kabupaten Tangerang.

Pembentukan Kota Serang dengan UU No. 32 Tahun 2007 telah melepas 6 wilayah Kecamatan dari wilayah Kabupaten Serang. Secara letak geografis kota Serang berada ditengan Kabuapten Serang, sehingga pusat pemerintahan Kabupaten Serang secara bertahap akan pindah dari wilayah Kota Serang. Hal ini tentunya memerlukan pengkajian yang sangat mendalam dari segala aspek untuk meminimalisir akibat yang tidak selaras dengan tujuan pemekaran wilayah . Secara fisik Kabupaten Serang merupakan daerah yang sangat potensial dan amat diuntungkan. Posisi wilayah Kabupaten Serang cukup strategis, karena dilalui oleh jalan tol Jakarta – Merak  yang merupakan akses utama menuju Sumatera melalui Pelabuhan penyeberangan Merak, dan sebagai daerah penyangga Ibukota Negara.

Sementara itu dalam mekanisme perencanaan pembangunan, penduduk merupakan faktor yang sangat penting , karena penduduk tidak saja menjadi sasaran pembangunan, tapi juga  berperan sebagai pelaksana pembangunan.

Oleh sebab itu untuk menunjang keberhasilan pembangunan yang bertujuan meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, pembangunan  dan perkembangan kependudukan harus diarahkan pada pengendalian kuantitas, Pengembangan kualitas sumber daya manusia , serta pengerahan mobilitas, sehingga mempunyai ciri dan karakteristik yang menguntungkan pembangunan di Kabupaten Serang . Salah satu dampak keberhasilan pembangunan kependudukan di Kabupaten Serang, diantaranya terlihat pada perubahan pada komposisi penduduk menurut umur yang tercermin dengan tingginya proporsi penduduk usia produktif dan semakin rendahnya proporsi penduduk usia tidak produktif, dengan demikian angka beban ketergantungan akan semakin rendah.

Pembangunan   Nasional  berwawasan   kesehatan  merupakan  kebijakan pemerintah  dalam mendukung   pembangunan    kesehatan   dalam   upaya  meningkatkan  derajat kesehatan masyarakat dan Bangsa Indonesia.

UU No. 23 Tahun 1992 tentang kesehatan pada dasarnya adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat  terwujud derajat kesehatan yang optimal.

Untuk mendukung hal – hal tersebut perlu dikembangkan berbagai sumber daya antara lain tersedianya  tenaga   kesehatan   yang   berkualitas yang   merupakan  komponen    pelaksana pembangunan   kesehatan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diharapkan berdampak dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya arti kesehatan bagi  individu, keluarga dan masyarakat serta berdampak kepada kebutuhan pelayanan kesehatan.

Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Serang Provinsi Banten adalah salah satu institusi jenjang pendidikan tinggi Diploma III Keperawatan yang menghasilkan lulusan tenaga kesehatan/keperawatan yang terampil dan profesional, dididik dan diarahkan terhadap upaya memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas yang ikut mendukung dan melaksanakan program – program pembangunan kesehatan.

Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD ), dalam penyelenggaraan pendidikan perlu menginformasikan kondisi institusi kepada masyarakat baik dasar hukum penyelenggaraan maupun exsistensi dan infra struktur dan komponen – komponen yang menunjang terselenggaranya pendidikan D. III Keperawatan serta visi, misi pendidikan untuk mencapai kualitas penyelenggaraan pendidikan yang dapat menghasilkan tenaga keperawatan profesional.

  1. GAMBARAN UMUM

Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Serang  Provinsi Banten  ( Akper Pemda ). Secara histories di awali dari Sekolah Perawat Kesehatan pada Tahun 1983, kemudian status/konversi menjadi Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Serang dengan SK Bupati No. 28 Tahun 1998 Tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Akper Pemerintah Kabupaten Serang,  Gedung yang dimiliki Akper Pemerintah Kabupaten Serang Provinsi Banten berdiri diatas tanah seluas 5.050 m2. Akper Pemerintah Kabupaten Serang  Provinsi Banten dengan Akreditasi Strata A dengan nilai  87,00 berdasarkan  SK Kepala Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan  ( Pusdiknakes  ) Departemen Kesehatan  RI No. HK. 00.04.4.3.2.00978 tanggal 06 Juni  2008 dan ijin operasional dari Menteri  Kesehatan  RI No.  HK. 03.01/I/II/4/9350/2010 tentang ijin Penyelenggaraan Akper Pemerintah Kabupaten Serang Provinsi Banten tanggal  1 Juni 2010 dan ditetapkan dengan Perda No. 15 Tahun 2003 tentang Pembentukan Akper Pemerintah Kabupaten Serang Provinsi Banten. Berdasarkan SK dari Kemendikbud No.354/E/0/2012 tentang Alih Bina maka Akper Pemerintah Kabupaten Serang dialih binakan dari Kemenkes ke Kemendikbud.kemudian pada tahun 2012 berdasarkan Perda 13 tahun 2012 ditetapkan sebagai SKPD Akademi Keperawatan Kabupaten Serang Provinsi Banten. Bertanggung jawab kepada Bupati melalui Seketaris Daerah (Sekda). 

Akademi Keperawatan Kabupaten Serang Provinsi Banten yang selanjutnya sering disebut Akper Pemda adalah Perangkat daerah sebagai unsur pelaksana fungsional bidang Pendidikan Kesehatan yang dipimpin oleh seorang Direktur yang  bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

  • SPK/Akper Pemerintah Kabupaten Serang telah meluluskan :
  • Program SPK sebanyak : 15 angkatan
  • Program pendidikan Bidan sebanyak :  10 angkatan
  • Program Khusus lulusan SPK menjadi D.III Keperawatan sebanyak : 6 Angkatan
  • Akper Pemerintah Kabupaten Serang telah meluluskan sebanyak : 15 angkatan

Lulusan terserap diberbagai pelayanan kesehatan, Rumah Sakit Pemerintah / Swasta, Puskesmas, Klinik dan lain- lain.

Bagikan: Share on Google+ Cetak: